Tenang Dalam Penyelesaian Masalah

Posted on September 1, 2016 · Posted in General, Kasih Lestari, Kisah Kasih

Alkisah di negara Cile, ada 20-an penggali tambang yang sudah bekerja sekian tahun. Mereka giat menggali tanah yang begitu kaya akan mineral alam. Gua atau lubang penambangan tersebut digali terus dan semakin lama semakin dalam masuk ke dalam perut bumi.

Demi kenyaman bekerja, mereka memasang lampu listrik dan kipas angin. Namun suatu hari yang naas, saat para pekerja tambah itu bekerja, listrik yg menerangi lampu serta menyalakan kipas angin, padam.

Di tengah kegelapan itu, para pekerja panik berusaha menyelamatkan diri sendiri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang.

Situasi bertambah buruk karena udara kian panas dan pengap. Akhirnya, mereka semua terduduk lelah, lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu angkat bicara, “Sebaiknya kita duduk tenang daripada secara hiruk-pikuk mencari jalan ke luar. Duduklah tenang & usahakan untuk merasakan hembusan angin. Karena angin hanya bisa berhembus masuk melalui pintu tambang ini.”

Mereka lalu duduk dalam hening.

Saat pertama, mereka tak dapat merasakan hembusan angin. Namun perlahan-lahan, seiring waktu, mereka menjadi semakin peka akan hembusan angin sepoi yang masuk melalui pintu tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang gelap gulita tersebut.

Dear Readers…

Bila pikiran kita sedang galau atau kacau, maka kita tidak akan pernah melihat jalan keluar atau solusi yang tepat. Yang kita butuhkan adalah TENANG. Hanya dengan keheningan, kita bisa melihat pokok masalah secara tepat, serta secara tepat pula membuat keputusan yang bijak.

Each one has to find his peace from within. And peace to be real must be unaffected by outside circumstances. Setiap orang harus menemukan kedamaian dari dalam (diri). Dan kedamaian yang sejati tidak boleh terpengaruh dari kejadian-kejadian di luar.” Mahatma Gandhi