Telinga Sang Pengasih

Posted on September 8, 2016 ยท Posted in Bimbingan Kasih, General, Kasih Lestari

Telinga Sang Pengasih (Bebas dari ikatan suara): hanya mendengar kesalahan sendiri, tak mendengar kesalahan orang lain. Bila pendengaran suci maka semua suara adalah suci dan merupakan manifestasi Kasih LAOMU.

Selama 15 terakhir hidupnya, Beethoven praktis adalah komposer paling terkenal di dunia. Tiga tahun sebelum kematiannya, Ninth Symphony, karya terbesarnya selesai. Juga menjadi karya terakhirnya. Sebagian kita mungkin belum pernah mendengar simfoni kesembilan yang ditulis Beethoven, tapi bukan ini yang penting. Apa yang menarik adlaah Ninth Symphony yang ditulis ketika Beethoven sudah tuli. Orang yang tuli mengapa bisa menciptakan musik? Tapi sekali lagi, ini juga bukan yang penting. Masih ada lagi yang lebih penting, yaitu kembali kepada diri sendiri.

Bagi pembina Ketuhanan, hal penting adalah dengan telinganya yang normal, dia mendengar suara apa dan apa yang telah diamalkan melalui indera pendengaran tersebut.

Pembina yang menyadari kehadiran LAOMU dalam dirinya tidak mendengar dalam belenggu suara. Ketika kesalahan orang lain dibicarakan, seketika merasakan dan menyadari kesalahan diri. Ketika mendengar fitnahan dan makian, seketika bertobat. Jika bisa begitu, seorang pembina memberikan keindahan nuraniah kepada Ninth Symphony. Bahkan Buddha Maitreya pun akan memujinya.