Mengubah masalah menjadi peluang

Posted on April 20, 2017 · Posted in Bimbingan Kasih, Kasih Lestari

“Makin Besar masalah yang anda hadapi, makin besar peluang yang anda miliki.” [Matthias Schmeltz-Penulis buku termahal di dunia, “The Milionare Maker”]. Kenyataan adalah persepsi anda. Jika anda ingin mengubah kenyataan hidup anda, mulailah dengan mengubah persepsi anda.” [Dr. Ibrahim Elfiky]

Di dalam kata “problem” ada suku kata “pro”. Dalam bahasa latin, “pro” berarti “positif” atau “berpihak”. Jika kita punya masalah, maka ia sebenarnya positif dan berpihak pada kita. Ingatlah lagi berbagai masalah dan persoalan yang berhasil kita selesaikan, pasti selalu berdampak positif dan makin membesarkan kita.

Untuk bisa menyelesaikan masalah dan mengubahnya menjadi peluang, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah merubah proses berpikir dan berpersepsi. Sebab inti setiap masalah adalah tentang cara berpikir dan cara memandang. Kemudian cara berpikir dan cara memandang itulah yang akan membentuk cara kita membangun perasaan. Artinya, perasaan tidak datang begitu saja kepada kita. Ia adalah sesuatu yang kita bangun sendiri. Disinilah letaknya apa yang sesunguhnya menjadi persoalan kita

JIka kita bisa merubah proses berpikir dan cara pandang dan kemudian kita bisa membangun perasaan yang lebih berpihak atau “pro” kepada diri sendiri, maka kita akan menjadi kreatif. Dan kreatifitas akan bermuara pada berbagai pilihan. Dan kekayaan pilihan adalah peluang untuk berbagai keputusan dan tindakan yang akan menciptakan solusi.

Proses berpikir, cara pandang, dan kreatifitas, selalu berhubungan dengan berbagai makna. Dan Makna selalu lekat dengan kata-kata dan bahasa. Kata-kata memiliki kekuatan, sebab kita bekerja dengan bahasa. Jika kita ingin merubah proses berpikir dan berpersepsi, kita bisa memulainya dengan merubah kat-kata yang kita gunakan. Mulailah dengan memaknai ulang kata ‘masalah”, “persoalan”, dan “problema”. Kita perlu melakukan ini sesegera mungkin saat kita merasa ketiga hal itu datang.

Ada 4 (empat) pilihan alternatif yang bisa kita gunakan untuk memaknai ulang kata “masala”‘ “persoalan”, dan “problema” agar nampak positif dan berpihak kepada diri sendiri.

1-“situasi”
Jika kita memaknainya sebagai situasi, maka hal ini akan membuat kita lebih tenang. Sebab, apa yang disebut dengan situasi bersifat netral dan dia tidak hanya terekspos kepada diri kita secara pribadi, melainkan “sedang terjadi” pada dunia yang kita hidup di dalamnya. Entah apakah situasi itu baik atau buruk, setiap situasi punya karakter khas, yaitu bisa dianalisis.

Dalam kaca mata ini, masalah, persoalan, dan problema adalah “obyek Pembelajaran”. Dan belajar tidak pernah merugikan.

2- “Tantangan”
Jika kita memaknainya sebagai tantangan maka hal ini akan memicu ambisi kita untuk dua hal sekaligus, yaitu menerima dan memutuskan. Rata-rata kita menyukai tantangan. Hidup kita cenderung membosankan tanpa tantangan. Dalam kacamata ini; masalah, persoalan, dan problema adalah sesuatu yang membuat ” hidup menjadi lebih hidup”.

3-“Kesempatan”
Jika kita memaknainya sebagai kesempatan, maka hal ini akan merubah sikap dan pendekatan kita. Jika kita benar-benar bisa memaknainya, maka kita tidak memilih kalimat “Kok bisa sih, gua ngalamin yang beginian?” melainkan “Apa yang bisa aku lakukan untuk keluar dari hal ini?” atau “Apa dari hal ini yang akan menguntungkan saya?”

4″KesenjanganKeputusan”
Jika kita memaknainya sebagai kesenjangan keputusan, maka hal ini akan langsung mendorong kita untuk menuju solusi. Dengan dorongan ini, kita tidak lagi berputar-putar di sekitar persoalan dan terlalu lama berkutat dengannya, melainkan mulai memikirkan berbagai keputusan yang harus kita ambil sebagai penyelesaian.

Kabar baiknya, berbagai persoalan, biasanya hanyalah tentang kesenjangan keputusan. Nyaris setiap persoalan bisa diselesaikan dengan mengambil keputusan.