Lidah Sang Pengasih

Posted on September 13, 2016 ยท Posted in Bimbingan Kasih, General, Kasih Lestari

Lidah Sang Pengasih (bebas dari ikatan citarasa, lidah tak menjadi sumber penyakit): tidak lobha akan kenikmatan mulut, selalu menghargai berkah, selalu bersyukur. Mengutamakan kesehatan dan pengendalian lidah. DIsitulah citarasa gaib tiada batas.


Pada tahun 1998 Departemen Pertanian dan Peternakan Amerika Serika menyatakan bahwa binatang yang meski menderita kanker, tumor, luka terbuka, radang paru-paru, infeksi artritis, cacingan, boleh dijual. Bagian menyakitkan ini cukup dibuang saja. Sebagian kita adalah vegetarian dan kita tidak perlu mempersoalkan betapa menjijikannya daging seperti ini. Jadi kita mungkin tidak kritis terhadap pertanyaan apa saja yang bisa melewati kerongkongan adalah makanan. Coklat misalnya.

Coklat berasal dari cocoa, jelas-jelas vegetarian. Mengapa saya mempertanyakannya. Bermula dari secara tak sengaja saya menemukan informasi sebagian besar cocoa untuk kebutuhan dunia ditanam di 600.000 perkebunan cocoa di Ivory Coast. Puluhan anak telah diculik dari rumahnya dan dijual sebagai budak untuk dipekerjakan di sana. Sulit bagi saya untuk percaya jika bukan Lawrence Graham, presiden Asosiasi Produksi Coklat, pernah mengemukakan bahwa pihak industri coklat sendiri tidak bisa menyelesaikan masalah perbudakan ini. Dengan sendirinya pengakuan bahwa dalam produksi coklat, cocoa berasal dari pekerja yang diperbudak. Akankah kita menyebutnya makanan?