Hidung Sang Pengasih

Posted on September 15, 2016 ยท Posted in Bimbingan Kasih, General, Kasih Lestari

Hidung Sang Pengasih (bebas dari ikatan aroma): menjauhi aroma daging dan hanya membaui aroma Ilahi. Kasih dalam hati membuat semuanya menjadi semerbak. Bila indera pembauan suci, semua arom menjadi Ilahi.


Dharma Hati Buddha Maitreya adalah dimarah tak membalas kata. Saat tak sepenuh hati melaksanakan pekerjaan Ketuhanan sehingga ditegur oleh pandita dan para pandita madya, barangkali kita masih bisa sedikit menerima. Tetapi jika yang melakukannya adalah sahabat seusia apalagi yang menunjuk kita adalah adik-adik sepembinaan, jika tak terjadi perbantahan. paling tidak kita bisa mulai memusuhi mereka.

Thubten Chodron, seorang pembina wanita menulis dalam bukunya Working With Anger apabila ada orang yang mengatakan ada hidung diwajah kita, apakah kita akan marah. Tentu saja tidak karena jelas kita mempunyai hidung. Begitu pula dengan kesalahan dan kekeliruan. Kita melakukannya dan orang lain melihat. Jika kita merenungkannya dengan jernih, setelah waktu melarutkan kemarahan dan kejengkelan dalam diri, maka akan kelihatan bahwa orang-orang sebenarnya hanya mengomentarinya, seperti mengomentari ada hidup di wajahnya.

Membina dengan berserah diri kepada pengaturan Buddha Maitreya artinya ketika ada yang memaki, memarahi, menegur kita, tandanya ialah mereka sedang mengatakan ada upil di hidungmu, maka bersihkanlah.